Produk Ikan Kaleng Dalam Negeri Mulai Merambah Ke Luar Negeri




jurnalkini-Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan Indonesia Adi Surya mengatakan bahwa produksi ikan kaleng yang diproduksi perusahaan Indonesia kini sudah diimpor ke 86 negara. Adi memaparkan tentang  sejarah pembuatan ikan kaleng ini awalnya berasal dari Desa Muncar di Banyuwangi pada tahun 1971. Ia pun berharap, produk ikan kaleng buatan perusahaan dalam negeri bisa semakin merajai pasar dalam dan luar negeri.

Meski begitu, Diakui oleh Adi, masyarakat Indonesia masih banyak yang belum mendapatkan informasi secara benar mengenai produk ikan kaleng yang memiliki keunggulan protein, kalsium, dan mineral. Dia juga menyinggung, dahulu ada anggapan bahwa ikan kaleng itu berasal dari ikan yang daripada dibuang lebih baik dikalengkan, dan jelas itu pemahaman keliru.

"Ikan kaleng pakai pewarna dan pengawet, ini juga pemahaman keliru. Ada satu syarat ikan kaleng, syaratnya segar dari laut. Ikannya bahan bakunya beku laut, begitu ditangkap dibekukan di kapal. Kalau ditangkap nelayan ditangkap pakai pendingin," ujar Adi saat menghadiri Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan di Cibubur, Jakarta Timur.

Adi kembali menerangkan bahwa makan ikan kaleng itu sudah menjadi standar masyarakat dunia. Ikan kaleng termasuk makanan yang digemari oleh negara-negara yang memiliki musim dingin dikarenakan ikan kaleng merupakan makanan yang praktis. Dia juga menyinggung produk ikan kaleng dapat dijadikan menu sahur apabila masyarakat tidak memiliki waktu cukup untuk memasak.
"Jadi standar ikannya tinggi kami bisa produksi masa kedaluarsa sampai tiga tahun. Proses sterilisasi komersil maka tak perlu pengawet, pakai teknologi tinggi dan pakai teknologi sterilisasi sampai bakteri saja mati. Makan ikan kaleng aman, sehat, dan bergizi, komplet," ujar Adi.
Adi menambahkan ketika beberapa waktu lalu sempat terjadi keributan mengenai salah satu produk ikan kaleng. Adi mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh dan tetap mengonsumsi ikan untuk makanan sehari-hari. "Kalau kemarin ada ribut-ribut, karena ada persaingan di dalam negeri," kata Adi.

Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengatakan akan mengadakan kegiatan Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 dimana hal ini merupakan wahana informasi dan komunikasi dalam meningkatkan pembangunan kelautan dan perikanan di masyarakat. Acara bulan bakti juga diisi dengan pembagian ikan sehat dan bermutu kepada masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Udang Nyaman" Lezat di Patra Comfort Anyer

Rolls-Royce Keluarkan Mobil SUV Super Luxury

Untuk Mengurai Kemacetan, Pemudik di Rest Area Akan Dikelompokkan