Pasca Teror Bom Rupiah Dibuka Ambruk ke Level Rp14.020/USD
suaraid-Pada awal perdagangan, Selasa (15/5/2018), Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), dibuka ambruk untuk kembali tembus level Rp14.020/USD. Hal ini terjadi setelah teror bom beruntun yang terjadi di Surabaya sehari sebelumnya. Kejatuhan rupiah hari ini saat USD bangkit dari posisi terendah untuk terus lebih tinggi
Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, Posisi rupiah hari ini dibuka jatuh pada level Rp14.020/USD. Posisi ini menunjukkan rupiah semakin merosot dibandingkan posisi penutupan kemarin Rp13.976/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di awal sesi perdagangan sempat menguat menjadi Rp13.963/USD namun bergerak terus melemah hingga pukul 10.13 WIB hingga menyentuh Rp14.015/USD. Pergerakan harian rupiah hari ini ada dikisaran level Rp13.963-Rp14.025/USD.
Menurut data Bloomberg pada pagi ini, rupiah bertengger ke level Rp13.989/USD atau lebih rendah dari penutupan sebelumnya Rp13.973/USD. Pergerakan harian rupiah berada di posisi Rp13.989-Rp14.024/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga memperlihatkan kejatuhan sangat dalam hingga level Rp14.025/USD. Posisi tersebut semakin parah dari sebelumnya Rp13.992/USD.
Sementara dolar seperti dilansir Reuters, setelah menarik keluar dari posisi terendah lebih dari sepekan berangsur lebih tinggi terhadap beberapa mata uang utama. Tren kenaikan ini terjadi saat harapan mengurangi ketegangan perdagangan global mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi.
Indeks USD versus sekeranjang enam mata uang utama naik 0,1% menjadi 92.638 untuk mulai menjauhi posisi terlemah 92.243 pada Senin, kemarin untuk jadi yang terburuk sejak 2 Mei.
Pada awal pekan, Imbal hasil obligasi AS telah meningkat lebih tinggi, karena ketegangan perdagangan mereda menyusul janji Presiden AS Donald Trump untuk membantu perusahaan telekomunikasi China ZTE Corp, yang telah dihukum karena melanggar sanksi AS dengan Iran.
dolar juga melompat naik 0,1% menjadi 109,74, saat melawan Yen Jepang. Greenback menghadapi resistensi pada grafik teknis di level sekitar 110,00 terhadap yen, setelah menetapkan level tertinggi tiga bulan dari 110,05 pada awal Mei.

Komentar
Posting Komentar